Pagi ku sendu
pagi ini cuacanya sangat indah, sunset di ujung langit menyilaukan celah kaca kamar ku. aku terbangun, dan bertanya. apakah gerangan yang menyilaukan ini. aku mulai tertegun dengan lampu tidur yang tergantung dikamar ku. bukan, ini bukan dari dia sumber yang menyilaukan. seketika ku buka tirai jendela ku, dan aku mulai menyadari ini dari dia. ku pandangi cahaya yang menyilaukan itu, warnanya hampir sama dengan lampu tidur ku. begitu indah bayanganya, begitu indah warnanya. indahnya bila ku selalu melihatnya terus di setiap pagi ku.
suasana ku tidak senang hari ini, entah lah, aku tidak tau ini. aku mulai bosan dengan keadaan, dimana orang akan bertanya bagaimana dengan kuliah mu, apakah sudah selesai, kapan akan wisuda dan sebagainya. antara senang atau sedih bercampur aduk, aku akan berkata dalam hati ku, dia mengkhawatirkan ku, dia peduli pada ku, dan dia sangat sayang padamu.
hari ini tidak hujan, entahlah, aku senang atau sedih, aku pikir hari ini akan hujan, langit diatas tidak cerah bila menuju sore, tapi ternyata perkiraan ku salah, hari ini tidak hujan. suara anak kecil di depan rumah kos ku terlihat senang, mereka sudah bermain semenjak magrib menjelang hingga isya' tiba, mereka masih senang bermain. suara canda tawa hingga teriakan kecil terdengar dari jendela kamar ku. senang rasanya mendengar itu, seperti aku masih merasakan kehidupan. terkurung dalam kamar membuat ku stress belakangan ini. wabah virus corona menjelma menjadi mimpi buruk bagi setiap orang, bahkan dunia pun mulai takut padanya. entah apa yang ditakutkan, matikah, atau virusnya.
sulit rasanya bertahan dengan situasi ini, takut untuk keluar, takut untuk pulang, bahkan diriku pun takut dengan keadaan. aku menangis sejadinya melihat para medis dan dokter yang menangani kasus ini. banyak yang menjadi korban. begitu banyak cerita dibalik virus ini. sungguh menyayat hati bahkan tangisan ku tak membuat diri ku semakin membaik.
sulit rasanya bertahan dengan situasi ini, takut untuk keluar, takut untuk pulang, bahkan diriku pun takut dengan keadaan. aku menangis sejadinya melihat para medis dan dokter yang menangani kasus ini. banyak yang menjadi korban. begitu banyak cerita dibalik virus ini. sungguh menyayat hati bahkan tangisan ku tak membuat diri ku semakin membaik.
29 Juni 2021
Pagi ku seperti biasa, menikmati secangkir kopi kembali setelah sekian lama aku tak meminumnya. Kopi menghangatkan tubuh ku dipagi ini, seperti biasa kopi ditemani camilan pendukungnya. Selain camilan, ada juga musik yang membangunkan gairah pagi ku untuk tetap bersemangat. Hari ini aku mendengarkan lagu baru dari grup kpop, NCT dream. 10 hari yang lalu aku sedang mengalami namanya covid-19, tidak parah tapi ada sedikit ketakutan dalam pikiran. entah apa itu, namun itu sesuatu ketakutan yang menyebabkan tubuh kita bereaksi. Ini pertama kali pengalaman ku terhadap covid 19 secara langsung. Menegangkan...namun seperti lucu jadinya, tak ada reaksi sama sekali terhadap kita berenam. Hanya satu orang yang kemudian jatuh sakit dan mengisolasi diri di tempat lain.
Komentar
Posting Komentar