Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Hujan Di Sore Itu

hari ini hujan, setelah kemaren tidak hujan, akhirnya hujan kembali datang. hujan kali ini berbeda, langitnya tidak semendung biasanya, rintikan hujannya menetes deras, bahkan awan terlihat cerah sekali hari ini. mungkin hujan kali ini, hujan keajaiban. aku merasakan keajaiban saat turun hujan hari ini. seperti mimpi yang indah, terlalu diriku terlelap dari mimpi buruk. sore ini terlihat gelap, padahal belum menjelang malam, bahkan masih panjang perjalananya untuk menuju malam. aku menghabiskan satu drama korea terbaru hari ini berjudul when the weather is fine, banyak pelajaran yang aku ambil. bahkan aku mulai tertarik lagi untuk menulis di blog. welcome blog baru ku, toko buku hujan. Rintikan hujan jatuh ke bumi Suaranya terdengar jelas dari dalam kamar ku seperti nada yang indah seperti alunan surgawi menjadikanya indah untuk bermimpi burung-burung pun terlihat berterbangan mencari tempat teduh anak kecil berlarian hingga terdengar teriakan keras sedih kah, atau sen...

Pagi ku sendu

pagi ini cuacanya sangat indah, sunset di ujung langit menyilaukan celah kaca kamar ku. aku terbangun, dan bertanya. apakah gerangan yang menyilaukan ini. aku mulai tertegun dengan lampu tidur yang tergantung dikamar ku. bukan, ini bukan dari dia sumber yang menyilaukan. seketika ku buka tirai jendela ku, dan aku mulai menyadari ini dari dia. ku pandangi cahaya yang menyilaukan itu, warnanya hampir sama dengan lampu tidur ku. begitu indah bayanganya, begitu indah warnanya. indahnya bila ku selalu melihatnya terus di setiap pagi ku. suasana ku tidak senang hari ini, entah lah, aku tidak tau ini. aku mulai bosan dengan keadaan, dimana orang akan bertanya bagaimana dengan kuliah mu, apakah sudah selesai, kapan akan wisuda dan sebagainya. antara senang atau sedih bercampur aduk, aku akan berkata dalam hati ku, dia mengkhawatirkan ku, dia peduli pada ku, dan dia sangat sayang padamu.  hari ini tidak hujan, entahlah, aku senang atau sedih, aku pikir hari ini akan hujan, langit diata...

Mimpi Tadi Malam

Aku bermimpi, terasa seperti nyata, seorang profesor yang ku kagumi di sekolah ku dulu memasuki mimpi ku, beberapa diantaranya dosen di kampus ku sekarang, sedang menguji ku untuk ujian tesis, tapi disitu aku belum siap sama sekali, terlihat tumpukan herbarium yang ku buat diatas meja. Mereka mendiskusikan bahwa aku menemukan jenis megaceros tjibodensis. Tapi aku sedang berdebat dengan mereka. Aku melihat senyum profesor ku. Seketika aku terbangun dari tidur, adzan subuh berkumandang. Aku langsung tersadar, ini hanya mimpi. Tapi membuat ku tersadar, aku tak boleh menyerah dengan kuliah ku, aku harus selesaikan ini, apa yang kuputuskan harus aku selesaikan, bukan menyesali. Aku tertegun lama, bertanya dalam kegelapan hanya lampu kecil kamar tergantung di dinding. Aku menangis, entah berapa kali aku menangis, tak bisa terhitung. Bagaimana ini Ya Allah, mohon petunjuk mu.

MAAF AKU TAK BISA !

     Sabtu siang yang cerah.. aku berniat untuk berjalan-jalan sebentar di taman kota. membawa perlengkapan seadanya, hanya hp, make up, dan dompet. jam sudah menunjukan pukul 9.00. dan aku masih tertegun di jendela kaca, melihat pemandangan yang tak ku sukai. yach seorang tukang sapu yang sudah sepuh masih tetap bekerja untuk memungut sampah di setiap sudut kota. beginilah kota ku, kota yogyakarta, hurak-piruk manusia yang sombong berkeceran di mana-mana. membabi-buta layaknya sang konglemerat yang berlagak sombong.      Aku berjalan menuju taman kota yang tiada lain adalah seperti pasar terdapat banyak sekali penjual kaki lima. Menjajakan jualanya kepada